Select Page

Garasi Modifikasi – Halo sodara. Kembali ke topik sistem kelistrikan pada motor tentang sistem kelistrikan fullwave yang belakangan banyak diaplikasikan pada motor baik itu langsung dari pabrikan atau dari modifikasi. Seperti biasa simak penampakan berikut ini :

 

Sodara sekalian sebangsa dan setanah air, saya pertama kali menulis tentang sistem kelistrikan fullwave di akhir tahun 2012. Di tahun itu, fullwave adalah menjadi modifikasi yang paling banyak dicari. Perlahan tapi pasti, beberapa tipe motor pabrikan saya bikin skema umumnya untuk modifikasi Fullwave dengan menggunakan kiprok Tiger.

Baca: Sistem Kelistrikan Fullwave Pada Motor

Bahkan yang terbaru adalah pabrikan Yamaha melalui NMAX sudah memasang sistem kelistrikan Fullwave. Sedikit berbeda dengan sistem kelistrikan Fullwave dengan menggunakan kiprok Tiger, kiprok NMAX tidak memiliki pin soket untuk volt monitor sehingga hanya empat pin soket yang digunakan. Sedangkan pada kiprok Tiger semua pin soket digunakan serta lebih teruji menahan beban cukup besar dalam kelistrikan fullwave.

Baca: Prinsip Kelistrikan Fullwave Yamaha NMAX

Saking populernya sistem kelistrikan Fullwave ini juga berpengaruh pada pertanyaan atau komentar yang masuk ke redaksi Blog Garasi Modifikasi. Bukan hanya saya yang heran, om Roni RMS dan sodara-sodara di garasi juga heran. Topik yang membuat kami heran adalah Fullwave identik dengan gulung ulang spull.

Yang menjadi pertanyaan adalah Apakah Fullwave Harus Gulung Ulang Spull ?

Adalah TIDAK HARUS gulung ulang spull. Bisa dikatakan tidak perlu gulung ulang spull untuk mengubah sistem kelistrikan fullwave di motor-motor keluaran terbaru. Contoh saja Yamaha NMAX, ada resiko ketika melakukan gulung ulang spull karena terdeteksi oleh ECU. Jadi lebih baik menggunakan spull original saja dalam mengubah sistem kelistrikan fullwave.

In my humble opinion, menggunakan spull original dalam sistem kelistrikan fullwave menjadi lebih percaya. Pertama, kualitas sudah pasti terpecaya. Kedua, gulungan spull original pasti lebih baik dan lebih rapi. Terakhir, spull original sudah diukur dengan presisi berapa kuat arus dan voltase yang dihasilkan oleh spull tersebut.

Selain spull, magnet juga memegang peranan besar arus dan voltase yang dihasilkan oleh spull. Hubungan besar spull dan besar magnet adalah berbanding lurus. Lihat saja Vario yang sudah menggunakan ACG Starter. Spull dan magnetnya sangat besar. Percuma sodara spull digulung ulang sampe mentok kalo magnetnya tidak diperbesar.

Bisa dijadikan contoh adalah King Vario saya. Pertama kali melakukan modifikasi, Vario tersebut menggunakan 2 lampu HID dan aksesoris lain yang cukup banyak. Saya hanya ganti kiprok Tiger dan tidak menggulung ulang spull alias spull original. Aki baru soak sekitar 1,5 tahun pemakaian. Ini normal, umur aki memang sekian sodara.

Jadi bijak lah sodara dalam melakukan modifikasi. Satu hal, sistem kelistrikan fullwave bukan lah segalanya, bukan juga God Mode kalo dalam game. Semua tentu ada batasan dari perangkat yang lain seperti kiprok yang sodara pakai dalam kelistrikan fullwave. Biasa yang kami pakai adalah kiprok Tiger original.

Demikian sodara update kali ini tentang Apakah Kelistrikan Fullwave Harus Gulung Ulang Spull. Semoga menjadi informasi baru yang bisa mengubah cara pikir sodara tentang kelistrikan fullwave. Kunjungi terus Blog Garasi Modifikasi untuk update modifikasi motor terbaru, tetap minum kopi biar semangat, terima kasih, dan semoga bermanfaat.

 

 

Anton Gunawan
Staff Redaksi at Blog Garasi Modifikasi
Seorang sederhana yang menyukai travelling, camping, sampai dengan dunia modifikasi motor. Bukan seorang blogger apalagi vlogger, hanya berbagi...