Garasi Modifikasi – Halo sodara. Masih dengan topik yang sama tentang kelistrikan, yang dibahas kali ini adalah Modifikasi Fullwave: Spul Harus Ori Pabrikan. Seperti biasa, sebelum lebih lanjut mari bersama lihat beberapa penampakan di bawah ini :

Sudah beberapa kali saya membahas tentang topik modifikasi fullwave pada motor. Dari menggunakan kiprok Tiger, kiprok NMAX, sampai dengan kiprok Vixion yang beberapa waktu lalu dibahas. Mulai dari motor Honda Lama sampai baru, beberapa motor pabrikan Yamaha, dan sampai dengan beberapa motor pabrikan Suzuki. Silahkan ‘search‘ artikelnya di dalam blog ini juga.

Pertama yang paling penting dan harus diperhatikan adalah Modifikasi Fullwave bukan sebuah modifikasi kelistrikan tanpa batas alias ‘god mode’ kalo di dunia game. Semua tentu ada batasan, ada titik maksimal, dan semuanya tentu ada syarat ketentuan berlaku. Ini juga yang harus diperhatikan dan penting dalam melakukan modifikasi fullwave pada motor.

Pertanyaan yang sering masuk adalah apakah modifikasi fullwave harus gulung ulang spul?

Sebelum pertanyaan itu dijawab, sodara harus tahu dulu ‘aturan main’ dalam modifikasi fullwave pada motor. Setelah motor sodara sudah menggunakan sistem kelistrikan fullwave, maka sodara harus pasang Voltmeter untuk melihat besaran voltase di motor sodara.

Pertama, ketika mesin keadaan mati tetapi kontak ON dan tidak ada beban pastikan angka di voltmeter tidak kurang dari 11 volt. Kalo kurang dari itu kemungkinan aki sodara waktunya ganti. Kedua, ketika mesin menyala kondisi langsam dan tidak ada beban lampu segala macam pastikan angka di voltmeter berada di kisaran 12,5-13 volt. Ketiga, ketika mesin menyala kondisi gas ‘pol’ pastikan angka di voltmeter berada di kisaran 14,2-14,8 volt. Ketika lebih dari 15 volt maka periksa kiprok sodara sebelum merusak perangkat elektronik yang lain.

Pertanyaan di atas, saya kembalikan dengan pertanyaan : Apakah dengan gulung ulang spul bisa mengubah ‘aturan main’ modifikasi fullwave pada motor? TIDAK. Modifikasi fullwave pakai kiprok apa pun, itu aturan main voltasenya.

Simak juga: Pentingnya Voltmeter Dalam Kelistrikan Fullwave

Lalu apa keuntungan modifikasi fullwave menggunakan spul ori pabrikan?

Pertama, jelas sodara menghemat pengeluaran untuk jasa gulung ulang spul. Rata-rata ongkos gulung ulang spul 80-100 ribu. Harga sekian kalo sodara tidak gulung ulang maka uangnya bisa buat makan 2-3 hari, lumayan lah. Dari sisi bisnis, bengkel/mekanik yang menyarankan gulung ulang spul mendapat penghasilan tambahan dari jasa ini.

Kedua, sodara banyak menghemat waktu. Sodara tidak perlu bingung cari tempat gulung ulang spul dan sodara tidak membutuhkan waktu untuk proses gulung ulang spul. Biasanya gulung ulang spul memakan waktu 1-2 hari kerja. Bagi yang motornya cuma satu dengan aktivitas padat, ini sangat berpengaruh.

Percayalah, spul yang original dari pabrikan langsung dibuat dan disesuaikan dengan kiproknya (original). Pabrikan membuat satu paket dengan standar internasional yang bisa diproduksi masal dan terjamin keamanannya. Artinya sodara tetap menggunakan spul original pabrikan untuk melakukan modifikasi fullwave pada motor sodara.

Lalu kemudian muncul pertanyaan, kalo tidak digulung ulang kan bebannya tidak bisa besar?

Semua ada aturan main dan ada batasnya. Peranan magnet juga menentukan dalam besarnya listrik yang dikeluarkan oleh spul. Mau beban seberapa besar pada motor, bijak lah dalam modifikasi agar semuanya berjalan seimbang. Perangkat bisa awet sodara bisa melakukan modifikasi lain atau keperluan yang lain.

Muncul lagi pertanyaan dari sobat blog, ‘saya sudah melakukan modifikasi fullwave pada motor dengan gulung ulang spul, awalnya normal kemudian bla bla bla bla (segudang masalahnya keluar setelah modifikasi fullwave)….?’ Setelah artikel ini muncul, kalo spul-nya sudah digulung ulang maka jawaban saya atau redaksi Garasi Modifikasi cuma satu. Kembalikan ke mekanik/bengkel yang melakukan modifikasi fullwave dengan gulung ulang spul agar mekanik/bengkel yang memperbaikinya.

Bagaimana dengan Aki setelah melakukan modifikasi fullwave?

Setelah sodara melakukan modifikasi fullwave dan motor sering digunakan, sesekali cek kondisi aki apakah terasa hangat atau panas. Kalo aki hangat atau panas, aki kering bisa kembung kalo aki basah airnya cepat kering itu pertanda overcharge. Ketika overcharge berarti ada yang tidak normal pada kelistrikan fullwave. Bisa cek spul dan kiproknya. Ini tidak akan terjadi kalo pemakaian spul original.

Sodara tidak perlu bingung ganti aki yang lebih besar. Pakai dulu aki yang sudah terpasang di motor. Setelah aki soak baru sodara ganti yang lebih besar. Rata-rata pemakaian aki kering sekitar 1-1,5 tahun. Pakai aki besar pun tidak ada masalah. Masalahnya nanti pangkon/tempat akinya tidak muat hahaha… Uang lagi untuk modifikasi pangkon/tempat aki biar lebih besar.

Kalo sodara domisili di Surabaya dan terlanjur gulung ulang, pasang lagi atau kembalikan ke spul originalnya kemudian sodara bisa melakukan modifikasi fullwave pada motor kesayangan sodara di Ron’s Project dengan menemui langsung om Roni RMS. Ongkos dalam melakukan modifikasi fullwave di Ron’s Project sebesar 100 rupiah saja.

Semua motor yang sudah melakukan modifikasi fullwave di bang Roni, tidak ada yang gulung ulang spul. Semuanya pakai spul original asli sli pabrikan sodara. Aki juga demikian sodara, punya masa pakai. Umur aki kering rata-rata 1-2 tahun. Jadi intinya adalah modifikasi fullwave harus tetap menggunakan spul originalnya, titik.

Sekin sodara untuk update kali ini tentang Modifikasi Fullwave: Spul Harus Ori Pabrikan. Artikel ini merupakan artikel terakhir di tahun 2016 dan jumpa lagi di awal tahun 2017. Jangan kemana-mana, tetap di Blog Garasi Modifikasi untuk update terbaru tentang modifikasi motor. Tetap minum kopi sodara biar tidak ada salah paham, pikiran tenang, modifikasi jalan terus. Selamat berlibur, terima kasih dan semoga bermanfaat.

 

 

 

Anton Gunawan
Staff Redaksi at Blog Garasi Modifikasi
Seorang sederhana yang menyukai travelling, camping, sampai dengan dunia modifikasi motor. Bukan seorang blogger apalagi vlogger, hanya berbagi...